Halaman

    Social Items

Tampilkan postingan dengan label tips panjat tebing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips panjat tebing. Tampilkan semua postingan
Observasi jalur atau orientasi jalur sebelum melakukan pemanjatan adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan baik dalam memanjat tebing alam ataupun dinding buatan apalagi dalam kompetisi, fungsinya agar dalam menyelesaikan jalur panjat bisa secepat mungkin dengan kesalahan yang sekecil -kecilnya. Pada panjat tebing alam, sangat penting untuk melakukan pemanjatan dalam waktu sesingkat -singkatnya, karena semakin sedikit waktu yang dibutuhkan maka semakin sedikit pula waktu anda berada dalam potensi bahaya.

Demikian pula dalam memanjat dinding buatan apalagi dalam kompetisi, jelas waktu merupakan salah satu poin penting yang sangat mempengaruhi nilai akhir dari sebuah pemanjatan. Dalam kompetisi selalu pahami dan ikuti semua peraturan tentang pemanjatan yang dibuat oleh panitia penyelenggara, jangan terprovokasi oleh jalur atau terintimidasi oleh bentuk poin, selalu perfikir positif bahwa setiap jalur dibuat untuk bisa dipanjat. Dengan demikian anda akan selalu berada dalam kondisi nyaman saat melakukan observasi jalur panjat.

Dibawah ini akan penulis jelaskan dua hal penting menurut pengalaman penulis yang harus  di perhatikan selama melakukan observasi jalur, antara lain :

SUMBU JALUR

Hasil gambar untuk SUMBU JALUR climbing1
Sumbu jalur

Hal pertama yang harus di perhatikan saat melakukan observasi jalur adalah menemukan sumbu jalur. Setiap jalur panjat pada tebing akan menyerupai pola tertentu atau dalam kompetisi panjat  dinding jalur yang dibuat oleh set router akan membentuk suatu pula tertentu, perhatikan secara teliti dari titik awal pemanjatan sampai akhir dan temukan sumbu jalur tersebut, sumbu jalur bisa berbentuk garis lurus I, diagonal /, seperti huruf L, S, J atau pola – pola lainnya. Dengan menemukan sumbu jalur, dan memanjat mengikuti arah sumbu jalur tersebut kecil kemungkinan anda akan melakukan kesalahan terutama dalam hal arah gerakan dalam memanjat.


KARAKTER POIN

Hasil gambar untuk KARAKTER POIN climbing2
Karakter Poin 

Perhatikan setiap poin yang ada disepanjang sumbu jalur. Setiap poin memiliki cara pegangan yang berbeda – beda tergantung bentuk dan arah poin itu sendiri. Misalkan bentuk poin untuk pegangan crimping akan menjadi side pull bahkan under cut jika posisinya dipindah dan arahnya diputar 90 derajat sampai 180 derajat. Tujuan mengetahui karakter poin adalah agar anda bisa menemukan arah pegangan maksimal untuk berbagai bentuk poin selanjutnya mempengaruhi arah badan serta pijakan untuk menemukan titik keseimbangan dengan cepat dan tepat pada jalur panjat.

Hal penting lainnya yang harus anda perhatikan saat melakukan observasi jalur :

Selain dua hal diatas yaitu mengetahui sumbu jalur dan karakter poin, hal penting lainnya yang harus di perhatikan saat observasi jalur panjat adalah, anda harus bisa menentukan kapan dan dimana harus bergerak cepat, melambat, istirahat / rest poit, kapan harus hemat tenaga dan dimana harus mengeluarkan seluruh kemampuan anda di sepanjang jalur panjat. Dengan kemampuan menentukan hal – hal tersebut maka anda akan bisa menyelesaikan sebuah jalur panjat dari start sampai top poin tanpa kendala yang berarti. 

Teknik Baca Jalur Yang Tepat Dalam Panjat Tebing

Kegiatan fisik di luar ruangan jadi hal yang banyak digemari orang. Salah satu olahraga luar ruangan yang bisa di coba adalah panjat tebing. Olahraga ini dapat melatih semua bagian otot tubuh, karena itu sangat bermanfaat bagi kesehatan. Namun demikian, olahraga ini memiliki risiko yang tinggi. Para pemanjat tebing harus mematuhi prosedur keamanan dan keselamatan untuk mengelola risiko dengan baik. Berikut ini beberapa tips melakukan panjat tebing dengan aman yang bisa dipraktekkan.


1. Persiapan Mental


1
Persiapan Mental
Panjat tebing membutuhkan perhitungan yang cermat dalam memilih jalur pemanjatan yang dilakukan dan keyakinan yang bulat dalam menggenggam rekahan dan bebatuan tebing, karena itu persiapan mental sangat dibutuhkan. Selalu jernihkan pikiran sebelum melakukan pemanjatan agar pikiran tetap tenang dan fokus.

Persiapan mental yang baik akan membuat kegiatan panjat tebing terasa lebih menyenangkan. Sedikit ketakutan mungkin akan muncul ketika pemanjatan, namun selama dalam taraf normal hal ini wajar saja. Kepanikan yang muncul ketika memanjat dapat membahayakan karena membuat pemanjat susah berpikir jernih ketika menghadapi situasi sulit atau tak terduga.

Olahraga panjat tebing merupakan olahraga yang melibatkan ketinggian. Bagi yang kamu punya fobia ketinggian sebaiknya berlatih bertahap untuk dapat mengendalikan rasa takut akan ketinggian, sebelum kamu langsung terjun ke tebing alam dan melakukan olahraga ini. Tidak sedikit mereka yang sebelumnya fobia ketinggian kemudian menjadi sembuh karena berlatih panjat tebing. Namun ingat, harus bertahap dengan mencoba dulu di wall climbing dan tidak terburu-buru ke alam bebas.

 2. Rutin Melakukan Latihan Fisik


Rutin Meakukan latihan Fisik
Kekuatan fisik menjadi kunci penting dalam melakukan olahraga panjat tebing. Untuk menjaga kekuatan fisik, selalu lakukan latihan rutin untuk menguatkan otot-otot. Latihan fisik yang biasa dilakukan antara lain dengan olahraga lari (jogging), angkat beban, push up, pull up, memanjat di papan panjat (wall-climbing) dan lain sebagainya. Latihan fisik secara rutin akan meningkatkan kekuatan (power) dan stamina (endurance) yang sangat berguna dalam pemanjatan tebing.


3. Lakukan Peregangan (Stretching) dan Pemanasan (Warming Up)


Lakukan Peregangan
Kelenturan otot menjadi satu hal yang tidak bisa diabaikan. Saat melakukan panjat tebing, pemanjat akan melakukan gerakan yang membutuhkan koordinasi dan kelenturan tubuh. Pemanjat tebing seringkali melakukan gerakan tubuh tertentu untuk melawati rintangan dalam pemanjatan. Oleh karena itu, persiapkan tubuh untuk menghadapi medan fisik yang berat dengan melakukan pemanasan sebelum memulai panjat tebing.


4. Cek Peralatan yang akan Digunakan


Cek Peralatan Yang akan Digunakan
Sebelum mulai melakukan panjat tebing cek dahulu kelengkapan dan pemasangan dari peralatan yang digunakan. Lakukan pengecekan pada tali harness pengaman yang dipasang pada pinggang. Lalu lihatlah bahwa tali gesper harness sudah diikat dua kali. Perhatikan juga simpul yang dipasangkan dalam harness. Sebaiknya pilih jenis simpul 8 untuk melakukan pengikatan. Pastikan keseluruhan alat terpasang dengan benar.

 5. Berkomunikasi dengan Belayer dan Rekan Lain dalam Tim Pemanjatan


5
Berkomunikasi Dengan Belayer Dan Rekan Satu tim 
Saat melakukan panjat tebing fokus dibutuhkan untuk saling berkomunikasi dengan rekan yang menjaga tali pemanjat (belayer).  Komunikasi dengan belayer ini sangat penting, terutama untuk memastikan tali pengaman yang digunakan selalu aman dan siap menahan pemanjat jika terjatuh. Lakukan komunikasi tentang keadaan pemanjatan pada rekan lain dengan menggunakan komunikasi langsung atau dengan isyarat tangan. Sesama rekan juga harus saling mengingatkan kelengkapan dan mematuhi standar keamanan.


6. Ketahui Batasan dan Pahami Rute


Pahami Rute Climbing 
Bagi pemanjat tebing profesional menaklukkan panjatan dan mencapai puncak sering menjadi motivasi utama yang harus dikejar. Pemanjat profesional telah sangat memahami teknik dan memiliki jam terbang yang tinggi. Bagi kamu yang masih pemula sebaiknya fokuskan pemanjatan pada menghadapi rintangan. Pahami kondisi tubuh dan jangan memaksakan diri jika merasa tubuh sudah tidak mampu mengimbangi rintangan dalam rute panjatan.

Pelajari teknik memanjat dengan baik serta perhatikan medan panjatan. Selalu pilih pijakan dan letakkan tangan dengan benar. Jangan terburu-buru, pilih rute pemanjatan dengan benar, sehingga panjatan lebih terarah dan rintangan jadi lebih minim.


Panjat tebing bukanlah jenis olahraga yang ringan. Olahraga ini tergolong sebagai olahraga ekstrem. Oleh karena itu, keamanan menjadi kunci penting dari olahraga ini. Lakukan hal-hal dalam tips melakukan panjat tebing dengan aman di atas, khususnya untuk kamu yang baru mencoba memanjat tebing. Dengan begitu, risiko panjat tebing dapat dikelola dengan baik dan pemanjatan menjadi menyenangkan.

Tips Melakukan Panjat Tebing Dengan Aman

Dalam olahraga panjat tebing dikenal beberapa teknik pemanjatan, tetapi secara garis besar ada tiga teknik yang perbedaannya paling mendasar diantaranya adalah Free Climbing yaitu memanjat dengan peralatan hanya sebagai pengaman saat terjatuh. Artificial Climbing yaitu memanjat dengan peralatan sebagai pengaman sekaligus sebagai penambah ketinggian dan terakhir Free Solo Climbing sebenarnya Free Solo adalah bagian dari Free Climbing perbedaannya adalah pemanjatan dilakukan tanpa pengaman sama sekali. Bisa dikatakan ketiga teknik tersebut merupakan strategi yang bisa dipilih untuk menyelesaikan sebuah jalur pemanjatan.

Teknik Free Climbing dan Artificial Climbing mungking sudah sangat familiar karena sering didengar bahkan sering dipakai dalam menyelesaikan satu jalur pemanjatan. Sedangkan Free Solo Climbing, walau tidak asing tetapi untuk ukuran di Negara kita masih sangat jarang dilakukan bahkan sepertinya hingga saat ini belum ada pemanjat kita yang di ‘label’ sebagai pemanjat Free Solo, tidak seperti beberapa pemanjat diluar negeri sebut saja Alex Honnold yang mengaku dirinya sebagai pemanjat Free Solo dan masih sangat aktif memanjat hingga saat ini. Selain Alex Honnold ada beberapa pemanjat Free Solo terbaik lainnya yang sangat berpengaruh seperti Dan Osman, Dean Potter, John Bachar, Peter Croft, Allain Robert, Steph Davis dan Catherine Destivelle. Kali ini penulis akan membahas sekilas tentang pemanjatan yang penuh dengan resiko ini.

PENGERTIAN FREE SOLO CLIMBING

Hasil gambar untuk PENGERTIAN FREE SOLO CLIMBING1
solo climbing 
Free Solo Climbing adalah salah satu teknik pemanjatan dalam olahraga panjat tebing yang dilakukan hanya mengandalkan kekuatan badan untuk menambah ketinggian tanpa alat pengaman sama sekali saat terjatuh. Teknik yang sangat beresiko bahkan terdengar gila dikalangan sesama pemanjat apalagi orang awam. Tetapi sebenarnya dibalik kegilaan itu ada persiapan yang sangat matang dilakukan jauh sebelum pemanjatan untuk Free Solo itu dilakukan.

PERALATAN PADA FREE SOLO CLIMBING

Gambar terkait2
peralatan Climbing

Bebas, asalkan tanpa alat pengaman. Tetapi idealnya perlengkapan untuk pemanjatan Free Solo terbatas hanya untuk memaksimalkan fungsi kaki dan tangan saja yaitu, Sepatu panjat dan Chackbag dengan bubuk Magnesiumnya.

RESIKO FREE SOLO CLIMBING

Gambar terkait3
Resiko Climbing

Dalam panjat tebing sebenarnya bukan Free Solo saja yang dilakukan tanpa pengaman terpasang di tubuh, ada beberapa teknik pemanjatan lain seperti Bouldering, ada juga Highball Bouldering yaitu Bouldering dengan ketinggian diatas 4 meter ada juga Deep Water Solo / Psicobloc. Mungkin untuk Bouldering dan Deep Water Solo resikonya tidak terlalu besar karena masih dilindungin oleh crashpad tebal untuk Bouldering dan air untuk Deep Water Solo, kecuali untuk Highball Bouldering walau ada pelindung crashpad sebagai tempat landing, tetap saja dengan ketinggian yang cukup signifikan resikonya juga sudah cukup besar.

Perbedaan resiko kecelakaan saat terjatuh antara Highball Bouldering dengan Free Solo Climbing adalah kalau pada Highball resiko terbesar anda bisa patah tulang bahkan geger otak tetapi kalau terjatuh saat Free Solo Climbing kemungkinan 99% mati.

MENTAL DAN FISIK PEMANJAT FREE SOLO 




4
Mental Dan Fisik Pemanjat Solo Climbing
Pemanjatan jenis Free Solo jelas hanya dilakukan oleh pemanjat tingkat mahir dan berpengalaman, seorang yang berencana melakukan pemanjatan jenis ini tentu yang sudah khatam soal teknik memanjat. Oleh karena itu penulis lebih tertarik membahas masalah mental dan fisik saja. Dalam Free Solo, persiapan mental adalah hal terpenting, selain dari kemampuan fisiknya, kita tahu kalau mental lemah, kondisi fisik sekuat apapun akan ikutan melemah begitupun otak sepintar apapun akan mandek kalau mental tak ada.

Mental itu bisa ditingkatkan dengan cara dilatih bahkan mungkin bisa menular, apalagi aktifitas yang dilakukan sesuai dengan minat dan bakatnya. Seperti Alex Honnold yang sangat percaya diri dan hebat dalam memanjat Free Solo tetapi mungkin akan gugup kalau harus berorasi di depan ribuan orang atau saat dibonceng oleh Rossi dengan Motor GP nya begitu juga sebaliknya.

Mental untuk bertahan hidup seorang pemanjat free solo itu sangat besar, ditunjang dengan kemampuan fisik yang terukur membuat seorang Free Soloer tetap bisa berfikir logis ketika menghadapi masalah sesulit apapun di tengah pemanjatan. Dalam hal ini Kompetisi bukan satu-satunya ukuran, terbukti banyak pemanjat kelas dunia yang menjuarai bahkan di beberapa turnamen bertaraf international tetapi bukan pemanjat Free Solo, terlepas Free Solo ini adalah sebuah pilihan dalam gaya memanjat.

Panjat tebing adalah olahraga yang berat karena harus melawan hukum, yaitu hukum grafitasi. Oleh karenanya memiliki ketahanan fisik yang baik adalah sebuah keharusan saat akan memanjat bukan hanya untuk pemanjatan Free Solo tetapi semua jenis pemanjatan dalam olahraga ini, lagipula kondisi fisik juga sangat mempengaruhi mental. Namun bukan hal yang mudah untuk bisa memiliki ketahanan fisik terbaik, dibutuhkan ketekunan dan kerja keras terus menerus agar bisa dalam kondisi tersebut. Free Solo itu mengutamakan kekuatan dan kelenturan badan, serta strategi yang bagus agar bisa menyelesaikan pemanjatan dengan sempurna.

PENGUASAAN JALUR PANJAT


5
Penguasa Jalur Panjat
Mungkin saat melihat seorang pemajat Free Solo anda akan berfikir apakah dia tidak takut terpeleset, atau tiba-tiba tak mampu lagi meneruskan pemanjatan atau secara tak sengaja digigit limpan, terjepit ekor tokek dan lain sebagainya. Hal itu wajar, tetapi apakah anda tahu di balik aksi memukau saat memanjat sebenarnya Ia telah lebih dulu mencoba jalur tersebut berkali-kali menggunakan tali pengaman sampai Ia hapal mati dengan jalur tersebut. Setelah merasa yakin barulah Ia memanjat tanpa menggunakan mengaman (Free Solo Climbing). Jarang sekali ada pemanjat Free Solo yang memanjat di jalur yang tidak dikenalnya dengan baik.
Penulis sangat setuju dengan salah satu artikel yang mengibaratkan panjat tebing dengan sebuah pesawat yang sedang terbang, mungkin lebih tepatnya untuk Free Solo Climbing. Agar bisa sampai ke tujuan dengan selamat pesawat tersebut harus tetap terbang, tak ada istilah mogok ditengah perjalanan, mogok berarti ‘terjun bebas’. Berbeda dengan mendaki gunung yang bisa berhenti dan istirahat lama sebelum melanjutkan pendakian dalam panjat tebing istirahatpun tak boleh lama. Mengingat resiko yang sangat besar maka tak boleh ada kesalahan, semua harus di persiapkan dengan sangat matang.
Seorang pemanjat solo bukanlah orang yang tidak takut mati, justrus Ia memiliki startegi bertahan hidup dengan sangat baik. Dibawah ini adalah jawaban Alex Honnold, dalam sebuah wawancara saat ditanya apakah Ia tak takut jika sewaktu-waktu harus menemui ajalnya saat sedang memanjat : 

“Aku punya keinginan untuk bertahan hidup layaknya semua orang. Aku punya rasa mampu menerima yang lebih kalau aku mati di satu masa.” Ujarnya saat di wawancarai oleh Simon Worrall dari National Geographic US.

Mengenal Teknik Free Solol Climbing Dalam Panjat Tebing