Halaman

    Social Items

Tampilkan postingan dengan label rafting ( Arung Jeram ). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rafting ( Arung Jeram ). Tampilkan semua postingan
Tidak semua sungai cocok dijadikan tempat arung jeram. Ada sungai yang terlalu kecil, sempit, atau terlalu dangkal sehingga tidak dapat dilalui oleh perahu. Namun ada pula sungai dengan air terjun yang banyak, terlalu deras sehingga sangat berbahaya dan memiliki resiko kematian yang tinggi jika dicoba diarungi. Berikut Penjelajah mencoba memaparkan mengenai karakteristik sungai yang cocok untuk arung jeram.


1. Umum
Sungai yang cocok untuk arung jeram adalah sungai dengan arus yang memiliki riam atau jeram.

2. Pembagian Daerah Aliran Sungai

Hulu, ciri-cirinya dangkal dan sempit, seringkali mengalir di daerah lembah yang curam dan dangkal, tingkat kecuramannya tinggi sehingga sering dijumpai air terjun, dan umumnya tak dapat diarungi.
Daerah peralihan, ciri-cirinya cukup dalam dan lebar, banyak dijumpai riam yang diselingi lubuk sungai. Ideal untuk arung jeram, namun perlu berhati-hati karena kerap masih ada air terjun berbahaya.
Hilir, ciri-cirinya lebar dan dalam, aliran airnya tenang dan berkelok-kelok menyerupai huruf “V”. Bukan daerah baik untuk arung jeram.

3. Faktor yang Perlu Diperhitungkan Dalam Menentukan Sungai untuk Arung Jeram

a. Volume air

Besarnya volume air tergantung dari besarnya daerah aliran sungai (DAS) yang dialirinya dan juga jumlah curah yang turun pada daerah aliran sungai tersebut. Debit air diukur dalam satuan cubic feet per second (cfs) atau meter kubik per detik (m3/det), dan hal ini bisa dijadikan patokan besar atau kecilnya sungai, serta layak atau tidaknya sungai itu diarungi. Sungai yang baik diarungi memiliki debit 800 cfs atau 25 m3/det hingga 10.000 cfs atau 300 m3/det. Ukuran besar kecilnya sungai antara lain:
Sungai kecil, 800 cfs atau 25 m3/det
Sungai besar, 500 cfs atau 150 m3/det
Sungai besar kecil, 10.000 cfs atau 300 m3/det

b. Gradien / Kecuraman

Kecuraman adalah beda tinggi per satuan panjang. Kecuraman bisa dihitung dengan bantuan garis kontur yang memotong sungai pada peta topografi. Keterangan pada peta kontur yaitu:
Peta skala 1 : 50.000, beda tinggi antara dua garis kontur adalah 25 cm
Peta skala 1 : 25.000, beda tinggi antara dua garis kontur adalah 12,5 cm
Sedangkan penggolongan sungai berdasarkan kecuramannya adalah sebagai berikut:
Gradien 0-4 m/km umumnya berarus tenang, tidak memiliki daerah berbahaya.
Gradien 5-10 m/km umumnya beriam-riam dan cukup ideal sebagai medan arung jeram.
Gradien 10-15 m/km umumnya berbahaya untuk diarungi dengan perahu karet tapi hal itu masih dimungkinkan.
Gradien 15-20 m/km umumnya sudah tidak memungkinkan lagi untuk diarungi dengan perahu karet namun masih dimungkinkan untuk diarungi dengan perahu kayak.
Gradien diatas 20 m/km umumnya tak bisa diarungi karena memiliki air terjun dan riam ganas yang panjang dan sambung-menyambung.

c. Tonjolan dasar sungai

Tonjolan dasar sungai bisa diakibatkan karena adanya batuan dasar sungai atau bongkah-bongkah yang berasal dari sisa endapan batuan atau robohan dinding sungai akibat terkikis arus pada kaki tebing. Bongkah-bongkah tersebut dapat menimbulkan riam di sungai.

d. Penyempitan lebar sungai
Penyempitan ini seringkali menunjukkan daerah berbahaya, karena semakin sempit daerah itu semakin cepat aliran sungainya. Bila terdapat bongkah-bongkah daerah tersebut bisa berbahaya.

e. Tinggi muka air
Selain volume air, tinggi muka air (TMA) air perlu diperhitungkan karena bentuk riam sungai berubah-ubah tergantung tinggi muka airnya. Di Indonesia TMA dihitung dalam satuan meter dengan batasan sebagai berikut:

TMA minus: air surut
TMA nol: air normal
TMA plus: air tinggi
Pada TMA tinggi air sungai umumnya akan menjadi lebih ganas. Kedudukan riam kadang-kadang berubah pada tempat yang tak disangka-sangka. Namun ada pula sungai yang menjadi jinak pada TMA tinggi karena riam-riam hilang terendam air.

Itu lah karakteristik sungai yang cocok untuk kegiatan arung jeram atau olah raga arus deras. Jangan lupa lakukan survey melalui darat terlebih dahulu sebelum kamu melakukan pengarungan di sungai yang baru.

Karakteristik Sungai yang Cocok untuk Arung Jeram

Arung jeram (white water rafting) atau seringkali disebut rafting saja, sejak dulu dalam masyarakat kita telah dikenal sebagai olahraga ekstrem, namun kini telah menjadi wisata yang populer. Banyak orang dari berbagai latar belakang ingin mencoba serunya olah raga di sungai berarus deras ini. Nah, apa saja yang perlu diperhatikan dalam merencanakan, persiapan, dan bagaimana tips dan trik dalam berarung jeram untuk pemula (beginner)? Simak 16 tips arung jeram untuk pemula berikut, yang dibagi dalam 3 tahapan.


I. Merencanakan Arung Jeram

1. Pengetahuan Tentang Rafting
Pastikan saat muncul keinginan untuk mencoba rafting maka edukasi diri kita tentang rafting. Apa itu rafting? Apa saja yang bisa kamu lakukan ketika rafting? Googling adalah cara yang baik untuk mendapatkan wawasan awal tentang rafting.
2. Kesiapan Fisik
Rafting adalah olahraga yang menguras tenaga. Jika aktif mendayung, hampir seluruh otot tubuh aktif bergerak, terutama tubuh bagian atas. Karena itu, dianjurkan untuk olahraga sejak 2 minggu atau minimal 7 hari sebelum arung jeram untuk membantu melatih kembali fisik sebelum rafting. Latihan otot tubuh bagian atas seperti push-up, pull-up, sit-up, back-up dan latihan dengan barbel akan lebih meningkatkan kesiapan fisik dan mengurangi kelelahan saat arung jeram.
3. Ketahui Klasifikasi Sungai
Berdasarkan jenis klasifikasi sungai menurut Skala Internasional Kesulitan Sungai, sungai diklasifikasikan menjadi 6 kelas, dari kelas I (mudah) sampai kelas VI (resiko kemungkinan terjadi kematian tinggi, jika diarungi). Untuk pengalaman pertama berarung jeram, sungai kelas II-III adalah tempat yang baik untuk mencoba.
4. Kenali Karakter Sungai
Sebagian sungai dapat menjadi sangat ekstrim saat musim hujan/debit air tinggi. Namun sebagian lain justru menjadi hampir tidak berjeram jika volume air meningkat saat musim hujan, karena batu-batu sungai yang biasanya menjadi jeram tertutupi oleh air. Sedangkan saat musim kemarau, sebagian sungai akan surut dan akan sangat melelahkan ketika pengarungan selalu tersangkut batu. Tanyakan kepada guide/skipper perahumu sebelum memulai pengarungan mengenai karakter sungai yang akan diarungi secara umum untuk memberikan wawasan dan tentunya menambah rasa penasaran serta semangat dalam arung jeram.
5. Jangan Pernah Arung Jeram Sendirian
Rafting tidak boleh dilakukan seorang diri. Kumpulkan teman-teman untuk berarung jeram bersama. Pemula harus ditemani guide berpengalaman.
6. Jangan Minum Alkohol
Minum alkohol sebelum rafting tidak hanya membahayakan kamu, tapi juga tim kamu dalam pengarungan.
7. Tidak Dianjurkan Begadang di Malam Sebelum Rafting
Begadang atau tidur sangat larut pada malam sebelum arung jeram sebaiknya dihindari, kecuali jika terpaksa. Sebab kurang tidur akan menyebabkan kamu sulit berkonsentrasi saat pengarungan sungai, juga dapat membuat tenaga menjadi lemah. Pada kondisi tertentu, kondisi kelelahan akibat kurang tidur saat arung jeram dapat sangat membahayakan keselamatan.
8. Jangan Arung Jeram Ketika Gelap
Kecuali untuk yang ahli dan penggiat yang telah berpengalaman bertahun-tahun dalam pengarungan malam hari, jangan pernah berencana untuk arung jeram ketika gelap. Pengarungan harus diatur dan dikelola agar telah selesai sebelum gelap

II. Persiapan Sebelum Arung Jeram


1. Gunakan Sunblock
Ketika arung jeram, khususnya dengan pengarungan lebih dari 2 jam, air sungai yang dingin dan suasana seru terkadang membuat lupa terhadap sinar terik matahari yang dapat membakar kulit. Gunakan lah krim tabir surya (sunblock) untuk antisipasi.
2. Pemanasan
Pemanasan dengan perenggangan (stretching) bagian leher, bahu, lengan, pergelangan tangan, bagian pinggang serta paha sangat penting dilakukan sebelum arung jeram dimulai.
3. Kenakan Perlengkapan Arung Jeram Dengan Benar
Pelampung dan helm adalah perlengkapan pengaman personal yang paling penting dalam arung jeram. Karena itu, kenakan lah helm dan pelampung yang pas dan nyaman. Pastikan helm dan pelampung tidak longgar dan tidak dapat terlepas selama pengarungan. Namun jangan pula membatasi gerak, jangan memasang pelampung dan helm terlalu kencang atau terlalu sempit sehingga membuat sesak. Pegang lah dayung dengan benar, tanyakan kepada guide/skipper/kapten perahu tentang bagaimana cara memegang dayung yang tepat sebelum memulai.
4. Pengarahan Singkat tentang Keamanan dan Teknis Dalam Pengarungan (Safety and Operational Briefing)
Pastikan untuk berbincang dengan guide/skipper perahu dan tim kamu sebelum memulai pengarungan mengenai safety dan teknis, aba-aba dalam pengarungan dan prosedur keselamatan ketika jatuh ke sungai.
Safety briefing sebelum arung jeram
Safety and operational briefing sebelum arung jeram dimulai

III. Ketika Pengarungan Sungai


1. Selalu Dengarkan Guide
Selalu patuhi arahan dan komando dari guide/skipper atau kapten perahu. Konsentrasi mendengarkan aba-aba.
2. Tempatkan Diri Pada Posisi yang Benar dan Tepat di Perahu
Duduk dengan nyaman dan pegang dayung dengan benar dan erat. Pilih tempat duduk pada sisi kiri atau kanan di perahu sesuai kenyamanan. Sesuaikan pula penempatan anggota tim sesuai berat badan antara sisi kiri-kanan dan bagian depan-belakang agar perahu seimbang. Keseimbangan bobot akan mempengaruhi tenaga yang dibutuhkan dalam menjalankan perahu.
3. Hanyut Dengan Kaki di Depan
Jika terjatuh dari perahu, jangan panik. Usahakan naik kembali ke perahu dengan segera. Jika tidak bisa, mengapung lah dengan menghadap ke bagian hilir sungai dan tempatkan kaki mengarah ke depan. Kaki dan lutut sejajar dengan kepala. Hal ini dimaksudkan agar kaki melindungi wajah dan tubuh dari menabrak batu. Jangan pernah mencoba untuk berdiri di arus sungai! Jika perahu terbalik, tetap lah fokus dengan kaki ke arah depan. Konsentrasi mendengarkan aba-aba dari tim perahu penyelamat (rescue boat), atau berenang ke tepian sungai jika berada di aliran sungai yang lebih tenang.
4. Nutrisi Seimbang
Arung jeram sangat menguras energi. Makan lah makanan yg seimbang sebelum, saat, dan sesudah arung jeram.

16 Tips Arung Jeram Untuk Pemula

Olah raga arus deras (ORAD) atau lebih populer dengan sebutan arung jeram (white water rafting) adalah salah satu olah raga ekstrem dengan risiko yang tinggi. Agar risiko dapat dikelola dengan baik, peserta arung jeram harus mematuhi dan melaksanakan prosedur keselamatan dengan penuh kedisiplinan. Salah satu prosedur keselamatan yang harus dipatuhi adalah mempersiapkan peralatan arung jeram dengan baik dan lengkap. Apa saja peralatan dalam arung jeram? Nah, simak penjelasan dan daftar peralatan yang digunakan dalam arung jeram yang dihimpun Penjelajah berikut ini.

1. Perahu Karet

Perahu kini umumnya memiliki minimal empat tabung/lambung perahu yang saling terpisah dengan sekat, memiliki self bailing floor, kokoh dan fleksibel, serta mampu melakukan manuver dengan cepat.

Ukuran perahu karet sangat bervariasi mulai dari panjang 2,5 meter hingga 9 meter. Ukuran yang umum digunakan untuk arung jeram berukuran 4 – 5,5 meter tergantung dari sungai yang akan diarungi dan jumlah awak perahu yang hendak dibawa.

Perahu karet ada tiga jenis :

1. LCR (Landing Craft Rubber)

Perahu ini memiliki haluan mencuat dan bagian buritan berbentuk seperti roket, serta bagian tengah buritan bisa dipasangi mesin. Umumnya perahu ini digunakan sebagai perahu patroli di laut maupun di sungai arus tenang.

2. Perahu Oval

Perahu yang kerap digunakan adalah perahu oval. Perahu ini dirancang dengan bagian buritan dan haluan mencuat ke atas agar air tidak mudah masuk dan mampu menjaga kestabilan perahu ketika melewati ombak besar. Ukuran panjang dan lebar perahu biasanya 2 banding 1 dan ini tergantung pada kapasitas berat maksimum muatan.

Perahu ini ada 2 jenis, yaitu:
a. Non Self-Bailer

Perahu ini tidak dilengkapi dengan lubang-lubang pembuangan air, sehingga air yang masuk kedalam perahu akan menggenangi perahu. Karena itu perahu jenis ini harus dilengkapi ember atau gayung untuk membuang air dalam perahu.

b. Self-Bailer

Perahu jenis ini dilengkapi dengan lantai yang dipompa dan lubang pembuangan air. Air yang masuk ke dalam perahu otomatis akan keluar dengan sendirinya.


3. Kataraf

Perahu ini dikembangkan oleh seorang geologis dari Rusia. Desain perahu ini sangat sederhana dan diadaptasi dari perahu Katamaran yang digunakan di laut. Perkembangan dari perahu jenis ini cukup pesat, hingga kini terdapat lebih dari 50 macam.

2. Dayung

Dayung merupakan alat kayuh untuk menggerakkan dan mengendalikan perahu. Berdasarkan bahannya, ada beberapa jenis dayung:
  • Dayung kayu, umumnya berat dan kurang kuat dibandingkan bahan lain.
  • Dayung fiberglass, ringan namun mudah pecah dan pecahannya bisa berbahaya.
  • Dayung alumunium dan plastik, bersifat ringan, kuat, serta mudah mengapung sehingga banyak dipakai untuk arung jeram.
  • Dayung karbon, bersifat sangat ringan, banyak digunakan oleh atlet olah raga arus deras dalam kompetisi.


Ada 3 faktor penentu ukuran panjang dayung yaitu: besar badan dan kekuatan awak, diameter tabung perahu dan kelilingnya, dan posisi apakah sebagai kapten atau awak. Untuk kapten, dayung yang dipakai antara 1,5 – 1,8 meter, sedang awak perahu lebih pendek. Dayung yang digunakan oleh awak perahu memiliki panjang antara 1,4 – 1,8 meter, namun yang umum dipakai antara 1,5 – 1,7 meter. Dayung sebaiknya berwarna cerah agar mudah dilihat waktu memberi sinyal. 

3. Pelampung

Pelampung yang baik untuk arung jeram adalah pelampung yang memiliki ukuran pas dengan postur tubuh, mampu menahan benturan terhadap benda keras, sistem pengunci yang tidak mudah lepas, dan yang terpenting memiliki daya apung yang baik sehingga mampu menahan penggunanya untuk tidak tenggelam.

Pelampung dilengkapi dengan sandaran di bagian belakang kepala sehingga mampu menopang bagian kepala ketika hanyut dan bisa melindungi bagian belakang kepala.

4. Helm

Kriteria helm yang baik adalah kuat, ringan, tahan air, tidak mengganggu pergerakan dan pandangan. Helm yang biasa dipakai untuk arung jeram yaitu terbuat dari bahan plastik dengan busa di bagian dalamnya. Helm plastik bersifat lentur dan tidak mudah pecah sehingga merupakan salah satu peralatan terpenting dalam arung jeram.

5. Flip Line

Tali yang panjangnya kira-kira satu setengah meter hingga dua meter dengan kedua ujungnya disimpul dan dikaitkan dengan karabiner.

Fungsi flip line yaitu:
Alat bantu untuk melepaskan perahu yang tersangkut
Alat untuk membalikkan perahu (flip) / membalikkan kembali perahu ke posisi semula (flop).
Cara menggunakannya dengan mengaitkan karabinernya di ring di badan perahu, tarik dengan posisi badan tidak terlalu membungkuk, kemudian manfaatkan berat badan untuk membalikkan perahu yaitu dengan mencondongkan badan ke arah sungai sambil menarik flip line.

6. Dry Bag

Alat ini digunakan untuk menyimpan barang-barang yang tidak tahan air seperti makanan, obat-obatan, dan lain-lain. Bentuk dan ukurannya bermacam-macam. Biasanya dry bag diikatkan di perahu atau dikaitkan dengan karabiner. Sebaiknya muatan dalam dry bag tidak terlalu banyak agar tidak membebani perahu.

7. Pompa

Pompa digunakan untuk mengisi udara pada tabung/lambung perahu dan harus selalu dibawa saat pengarungan sungai. Hal ini sangat penting, karena selama pengarungan sangat mungkin tekanan udara dalam tabung perahu berkurang disebabkan perubahan suhu, beban muatan perahu, kebocoran yang halus, dan alasan lainnya. Pompa ada dua jenis, yaitu pompa injak dan pompa tekan.

8. Karabiner

Karabiner berfungsi untuk mengaitkan barang-barang pada perahu dan sebagai alat rescue. Untuk arung jeram, sebaiknya digunakan karabiner alumunium dengan jenis karabiner non-screw gate. Karabiner dengan screw gate tidak direkomendasikan untuk digunakan dalam olah raga arus deras, sebab kunci/screw-nya mudah macet jika terkena pasir. 

9. Rescue Rope

Tali yang cukup panjang, lentur, ringan, bisa mengapung, dan cukup kuat. Tali ini dibungkus dalam suatu wadah yang dilengkapi busa sehingga bisa mengapung. Salah satu ujung tali ini menyatu dengan wadahnya. Tali ini digunakan untuk menyelamatkan peserta arung jeram yang jatuh dari perahu dan hanyut di sungai.

10. Peralatan Reparasi (Repair Kit)

Peralatan ini sangat berguna dalam keadaan darurat untuk memperbaiki perahu yang robek atau bocor selama pengarungan. Peralatan ini wajib dibawa dalam arung jeram dengan jarak tempuh yang jauh, apalagi jika memakan waktu lebih dari sehari dan jauh dari pemukiman. Jenis peralatan yang perlu dibawa adalah lem perahu karet, gunting, amplas, benang dan jarum jahit, serta material perahu.

11. Perlengkapan P3K

Jenis dan jumlahnya dapat disesuaikan dengan medan dan kondisi awak perahu. Obat yang paling penting adalah obat luka luar seperti antiseptik, kapas pembalut, plester, dan alkohol untuk mengobati jika terjadinya luka luar akibat terbentuk batu atau tergores selama pengarungan.

Peralatan yang Digunakan Dalam Arung Jeram

Jika mendengar customized structure arung jeram atau boating, tentunya Anda akan membayangkan petualangan yang seru dan tentunya memacu adrenalin. Namun demikian, hal tersebut dapat diantisipasi jika Anda mengikuti prosedur keselamatan dengan baik dan benar. 
Arung Jeram dengan Mudah dan Aman
Arum jeram Mudah Dan Aman
Arung jeram sendiri adalah permainan sekaligus olahraga menyusuri sungai yang memiliki arus deras. Setiap tim terdiri dari 5-6 orang dengan menaiki perahu karet. 

Perjalanan sungai ini tidak biasa karena sering kali Anda akan menemukan aliran deras yang menurun seperti air terjun di sungai yang biasa disebut dengan jeram.Untuk dapat melakukan olahraga ini, Anda dapat menghubungi supplier kegiatan open air yang kompeten dan memiliki lisensi. 

Jika Anda merasa kesulitan untuk mencarinya, Anda bisa mencari promotion inn yang bekerjasama dengan supplier kegiatan outside yang menawarkan kegiatan arung jeram atau boating ini.Biasanya di tempat-tempat wisata seperti Bandung, terdapat lodging yang menyediakan kegiatan boating. Untuk pemesanannya dapat dengan mudah Anda lakukan melalui situs perjalanan, salah satu contohnya di Traveloka.Banyak persiapan yang harus dipertimbangkan untuk mengikuti arung jeram ini. Adapun, ulasannya sebagai berikut. 

1. Persiapkan Diri 

Untuk mengikuti arung jeram, Anda harus dalam keadaan prima. Pastikan Anda dalam keadaan sehat bugar dan tidak ada riwayat penyakit yang rawan untuk berkegiatan open air. Hal ini karena arung jeram adalah olahraga yang menguras banyak tenaga. Anda harus menjaga diri tetap di atas perahu dan mendayung hingga akhir permainan.Selain itu, siapkan nyali Anda. Yakinkan diri bahwa Anda bisa menerima tantangan ini. Anda tidak perlu khawatir jika tidak bisa berenang karena ada instruktur dan pelampung yang akan menjaga agar Anda tetap berada di permukaan air. 

2. Ikuti Instruksi dengan Baik 

Sebelum berarung jeram, Anda akan dibekali materi sekilas tentang arung jeram. Anda harus memperhatikan dengan baik karena ini menyangkut keselamatan bersama. Instruktur akan menjelaskan semuanya.Bermula dari peralatan, Anda akan dijelaskan nama dan fungsi peralatan seperti steerage, pelampung, dayung, dan perahu karet. Pastikan Anda menyimak bagaimana cara memakai semua peralatan tersebut.Selain itu, Anda akan diajari bagaimana caranya mendayung. Adapun, gerakan mendayungnya seperti maju dan mundur. Kemudian, Anda juga akan dibekali instruksi lapangan untuk menyeimbangkan perahu, seperti pindah ke kanan dan ke kiri.Ada juga instruksi untuk merunduk seperti "blast". Maksudnya adalah Anda harus meringkuk dalam perahu supaya tidak terlempar jatuh ke sungai. Jika Anda terlempar, Anda akan diinstruksikan agar tidak panik dan menunggu bantuan datang. 

3. Pakaian 
Gunakan pakaian yang sulit menyerap air. Hal itu karena air yang terserap pakaian akan membuat Anda kedinginan. Selain itu, Anda juga perlu menggunakan oh dear kaki. Withering nyaman adalah menggunakan shoe gunung. Anda perlu memakainya karena jika Anda terjatuh, kaki Anda tidak akan terluka oleh batu-batuan di bawah air.Anda juga sebaiknya menanggalkan hal-hal yang tidak perlu dibawa, kecuali memang tahan terhadap air. Barang-barang tersebut contohnya, telepon selular, kamera, tas, dan jaket. 

4. Perlengkapan 

Banyak perlengkapan yang disediakan oleh supplier untuk Anda kenakan. Pilih dan pakailah rudder dan pelampung sesuai dengan ukuran Anda. Untuk steerage, pilih ukuran yang pas dengan kepala Anda.Caranya dengan memastikan bahwa bone berada di bawah dagu, tidak menyeberang dagu. Atur kekencangannya jangan sampai terlalu mencekik leher Anda, tetapi juga cukup aman agar tidak terlepas.Untuk pelampung, pastikan ukurannya sesuai dengan badan Anda. Agar lebih aman, kencangkan bone sesuai dengan instruksi yang telah diberikan. Anda juga akan dibekali dengan dayung. Pastikan dayung dalam keadaan baik dan dapat digunakan. 

5. Pemanasan 

Pemanasan adalah hal yang mutlak diperlukan ketika akan melakukan bentuk olahraga apapun. Pemanasan dapat dilakukan dengan sederhana dimulai dari kepala, tangan, hingga kaki.Pemanasan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kram dan cidera saat arung jeram. Selain itu, pastikan bahwa pemanasan dilakukan secara bersama-sama dan semua orang turut serta agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.Demikianlah tips berarung jeram yang mudah dan aman. Sebelum berarung jeram, jagan lupa berdoa agar senantiasa diberikan keselamatan selama mengarungi derasnya arus sungai.

Arung Jeram dengan Mudah dan Aman